Wanita
yang suka mengenakan pakaian ketat selain melanggar syariat ternyata
juga membahayakan bagi kesehatan. Hasil penelitian, banyak penyakit yang
mengintai perempuan yang suka berpakaian ketat. Apa saja?
Berikut ini bahaya penyakit dimaksud, menurut ahli kesehatan:
1. Paresthesia
Dr Malvinder Parmar dari Timmins & District Hospital, Ontario,
Kanada, baru-baru ini menyatakan bahwa celana ketat sepinggul berpeluang
menimbulkan penyakit paresthesia.
Istilah paresthesia sendiri, menurut Kamus Kedokteran Dorland, berarti
perasaan sakit atau abnormal seperti kesemutan, rasa panas seperti
terbakar dan sejenisnya.
Dalam tulisannya di Canadian Medical Association Journal, Parmar
mengakui, setahun terakhir ini kedatangan cukup banyak pasien yang bisa
dikategorikan sebagai korban paresthesia.Dia sudah mengobati sedikitnya
tiga wanita berusia 22-35 tahun yang mengeluhkan rasa panas dan gatal di
sekitar paha.
2. Ancaman Jamur
Menurut dr Kusmarinah Bramono Sp.KK, spesialis kulit dan kelamin RSCM,
pada dasarnya semua jenis pakaian ketat berpotensi menimbulkan tiga
macam gangguan kulit baik itu sebatas pinggul maupun di atas pinggul.
Hal itu disebabkan masalah kelembaban yang memungkinkan jamur subur
berkembang biak.Belakangan ini, pasien korban jamur yang berobat ke
Klinik Kulit dan Kelamin RSCM meningkat dibandingkan tahun-tahun
sebelumnya.
Sepanjang tahun 2002, sekitar 35 persen pasien terbukti kena serangan jamur.
Usia mereka berkisar 15 45 tahun. Meski tak semuanya berhubungan dengan
kebiasaan berbusana, tetapi kecenderungan meningkatnya jamur sebagai
sumber penyakit kulit mesti diwaspadai.Idealnya, di negara tropis
seperti Indonesia, pakaian ketat atau terlalu tebal memang harus
dihindari.
Kulit menjadi kekurangan ruang untuk “bernapas”, sementara cairan yang
keluar dari tubuh cukup banyak. Akibatnya, permukaan kulit menjadi
lembab.Jika tak diimbangi busana yang tepat, jamur akan lebih mudah
beranak pinak.
Jenis jamur yang banyak ditemui adalah jamur panu (bercak putih,
cokelat, atau kemerahan), jamur kurap dengan bintik menonjol gatal,
serta jamur kandida yang basah dan gatal.
3. Bekas Hitam
Sesuai namanya, gejala gatal dan beruntusan yang menjadi trade mark sang
dermatitis hanya muncul bila terjadi gesekan antara kulit dengan benda
dari luar tubuh. Benda asing yang berpotensi gesek tinggi tidak hanya
benda keras, semisal: perhiasan, jam tangan, atau ikat pinggang.Busana
sehari-hari, jika terlalu ketat menempel di tubuh, atau terbuat dari
bahan berkontur kasar juga dapat memicu luka.
“Celana ketat terutama berpengaruh pada kondisi kulit di sela-sela paha.
Awalnya mungkin cuma radang ringan.Tetapi, kalau prosesnya berlangsung
lama, bisa menimbulkan bercak hitam di pangkal paha,” kata Kusmarinah
Bramono.
Jika si pemilik tubuh insaf dan menjauhkan diri dari busana ketat, warna
hitam tadi mungkin saja berkurang atau hilang sama sekali.Namun,
Kusmarinah mengingatkan, proses menghilangkan noda hitam itu tak bisa
dilakukan secepat membalik telapak tangan.
4. Kanker Ganas Melanoma
Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasanya perempuan
berpakaian ketat atau transparan, berpotensi mengalami berbagai penyakit
kanker ganas melanoma di sekujur tubuh yang terbuka.
Kanker Melanoma adalah kanker kulit yang sangat berbahaya, dan kanker
ini biasanya di mulai dengan tanda hitam pada kulit, atau tahi
lalat.Tahi lalat adalah kumpulan sel pigmen abnormal (melanosit ) yang
muncul pada kulit.
5. Kemandulan
Pakaian ketat juga dapat menyebabkan kemandulan pada wanita.Pada cuaca
dingin, pakaian ketat tidak berfungsi menjaga suhu tubuh dari serangan
hawa dingin. Suhu yang terlalu dingin jelas dapat membahayakan kondisi
rahim (Al-Istanbuli, 2006).
6. Mengganggu mobilitas usus
Menurut Dr Octaviano Bessa, seorang internis dari Stamford, Connecticut
menuturkan penggunaan celana yang terlalu ketat dapat mengganggu
motilitas dari usus.Hal inilah yang membuat seseorang merasa tidak
nyaman atau sakit pada perut setelah dua atau tiga jam setelah makan.
Namun terkadang masyarakat tidak menyadari bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh penggunaan celana yang ketat.
7. Memicu pembekuan pembuluh darah
Penggunaan pakaian ketat juga akan mengganggu gerakan tubuh yang dapat
memicu timbulnya pembekuan darah di dalam pembuluh darah, membuat aliran
darah terganggu.Hal itu menyebabkan varises dan gangguan yang di
akibatkan jenis pakaian ketat dalam jangka waktu yang lama adalah
membuat bentuk tubuh menjadi buruk dan merusak tulang punggung.
8. Mengganggu kesuburan dan gangguan jamur di sekitar organ
Hasil penelitian yang dilakukan di negara John Bull (Inggris),
menyebutkan, endometriosis (suatu gangguan yang sering mengakibatkan
gangguan kesuburan pada wanita) diduga karena disebabkan kebiasaan
seseorang yang selalu memakai pakaian ketat selama bertahun-tahun.
Menggunakan pakaian ketat akan memicu sel-sel endometrium (selaput
lendir rahim) untuk melarikan diri dari rongga rahim lalu berdiam di
indung telur, sehingga kesehatan menjadi terganggu.
9. Menghambat oksigen tubuh
Mungkin terdengar ekstrem tapi hal ini sering dialami oleh beberapa
wanita. Meski korset sudah tidak popular lagi, pakaian sejenis itu dapat
mengurangi pemakainya mengembangkan paru-parunya dan hal ini akan
mengakibatkan nafas terasa berat.
Selain itu, akan memperkecil oksigen yang masuk ke dalam tubuh. Kategori
pakaian seperti ini termasuk pakaian dalam pernikahan, bustier, dan
spandek
Benarlah firman Allah SWT: ”Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu
agar kamu menjadi susah. Tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut
(kepada Allah). Yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan
langit yang tinggi. (yaitu) Tuhan yang Maha Pemurah, yang bersemayam di
atas ‘Arsy” (QS Thoha:1-5).

0 komentar:
Posting Komentar