Senin, 18 Juli 2016

Inilah Tempat Pertama Wahyu Allah S.W.T Turunkan Pada Nabi Muhammad S.A.W Gua Hira, Ketik Subhanallah! Yang Like Dan Yang Komen AAMIIN Semoga Bisa Kesini "AAMIIN"..

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Gua Hira yaitu tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah yang pertama kalinya lewat malaikat Jibril. Gua tersebut sebagai tempat Nabi Muhammad menyendiri dari masyarakat yang pada saat itu masih belum beriman pada Allah. Gua Hira terdapat di negara Arab Saudi. Letaknya pada tebing menanjak yang agak curam walaupun tidak terlalu tinggi, oleh karena itu untuk menuju gua itu setiap orang harus memiliki fisik yang kuat.

Saling Berebut di Gua Hira





Perjalanan ibadah haji untuk para jamaah haji bukan hanya melakukan rukun serta sunnah ibadah haji. Namun, mereka juga lakukan ziarah. Salah satu tempat ziarah yang diburu para jamaah haji yaitu gua Hira di Jabal Nur. Mereka berebut masuk ke dalam gua hira yang sangat sempit itu. Fajar juga belum muncul. Azan subuh masih akan berkumandang 1 jam lagi. Namun, sejumlah jamaah haji nekat mendaki gunung berbatu menembus hembusan angin dingin kota Makkah.

Di antara mereka terlihat jamaah haji dari Pakistan serta Turki yang berbadan besar, juga jamaah haji asal Indonesia yang berbadan lebih kecil. Sejak jam 04. 30 Saat Arab Saudi (WAS), barisan orang yang mendaki gunung itu telah terlihat.

Mereka ingin salat subuh di atas gunung itu. Saat hari makin siang, jadi bertambah banyaklah orang-orang yang mendaki gunung ini. Nama gunung itu, Jabal Nur, yang berarti ‘Gunung Cahaya’. Gunung ini terletak 6 km sebelah utara Masjidil Haram.




Di lima mtr. bawah puncak gunung ada gua Hira. Di gua inilah, berabad-abad lalu, Nabi Muhammad SAW mendapat wahyu pertama, yakni surat Al Alaq ayat 1-5. Gua Hira inilah yang dijadikan rebutan para peziarah. Mereka ingin memasuki gua yang menjadi tempat bertemunya Rasulullah dengan Malaikat Jibril itu.

Padahal, gua ini hanya berukuran sempit, cukup cuma untuk empat orang saja. Untuk

 
menuju puncak gunung, seseorang rata-rata memerlukan saat selama 1 jam dari dasar gunung. Medannya cukup susah. Tidak ada titian tangga yang teratur dari dasar tangga, seperti yang ada di Jabal Rahmah. Para peziarah mesti mendaki melewati batu-batu terjal.
Harus ekstra hati-hati! Jalan bertangga cuma ditemukan sesudah 3/4 perjalanan. Menjelang puncak gunung, peziarah bisa mendaki dengan sedikit agak santai. Begitu sampai di puncak gunung, peziarah telah dengan mudah lihat Gua Hira.

Saat ini, di samping gua itu ada tulisan ‘Ghor Khira’ berwarna merah yang berarti Gua Hira. Diatas tulisan itu juga dituliskan dua ayat awal surat Al Alaq dengan cat warna hijau. Gua Hira terletak persis di samping tulisan itu. Untuk meraih gua Hira, peziarah mesti turun sedikit dari puncak gunung, sekitar 5 mtr. saja. Tetapi, medannya cukup sulit, karena harus melewati batu-batu besar.

Hanya sebagian besar peziarah lelaki saja yang dapat sampai ke gua itu, walau sejumlah jamaah perempuan juga ada yang nekat. Waktu wartawan detikcom Arifin Asydhad berkunjung ke Jabal Nur, Senin (26/12/2005) lalu, gunung ini telah ramai dengan peziarah.

Bahkan, mereka saling berebut masuk ke gua Hira. Mereka rela berjubel-jubel dan saling dorong di depan gua yang sempit itu, untuk untuk masuk ke dalam gua. Memang beragam tujuan para peziarah untuk nekat mendaki gunung ini. Ada jamaah yang yakini mereka mendapatkan barokah didalam gua Hira.

 Ada jamaah yang ingin melakukan salat diatas gunung. Ada jamaah yang ingin merasakan seberapa berat perjalanan Rasulullah ke puncak gunung itu. Dan ada juga yang hanya penasaran dengan gunung yang selalu jadi rebutan peziarah ini. Sebenarnya, pemerintah Arab Saudi tidak menganjurkan para peziarah untuk mendaki gunung ini. Ini terlihat pada papan pengumuman pemerintah Arab Saudi di jalan masuk menuju gunung.

Imbauan ini ditulis dalam beberapa bahasa termasuk bahasa Indonesia. “Saudara kaum muslim yang berbahagia : Nabi Muhammad SAW tidak menganjurkan kita untuk naik ke atas gunung ini, begitu pula salat, mengusap batunya, mengikat pohon-pohonnya, dan mengambil tanah, batu, serta pohonnya. Serta kebaikan adalah dengan mengikuti sunah Nabi SAW, jadi janganlah Anda menyalahinya”. Walau ada larangan ini, namun peziarah tidak mempedulikannya.

Bahkan juga, seperti kebiasaan tahun lantas, semakin mendekati pelaksanaan ibadah haji, jadi Jabal Nur ini akan makin ramai diserbu oleh para peziarah. Jamil, salah seorang jamaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB), termasuk salah seorang jamaah haji Indonesia yang berhasil masuk kedalam gua Hira. Perjuangannya untuk masuk ke gua itu tidaklah ringan, karena harus berebut dengan jamaah asal Turki serta Pakistan. “Saya puas mas, ” kata dia sehabis masuk kedalam gua Hira.

Menurut dia, gua itu begitu sempit serta gelap, cuma cukup 4 orang. Di gua, Jamil tidak dapat terlalu lama, karena harus bergantian dengan jamaah lain. “Di dalam gua, saya hanya berdoa agar di beri keselamatan didunia serta akhirat, ” kata Jamil. Photo : Para peziarah terlihat berebut di mulut Gua

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

0 komentar:

Posting Komentar